KASIH IBU
Ada satu hari yang dikenal sebagai hari ibu, hari yang jatuh tepat tanggal 22 Desember. hari hanyalah hari dan tidak bisa menentukan ukuran kasih sayang seorang anak terhadap ibu. hari ibu hanyalah simbol dan bukan patokan kapan kita harus memberi kasih sayang terhadap ibu kita.
jika kita memikirkan sosok ibu, yang kita ingat pasti kasih sayang dan mulutnya yang tak habis untuk memarahi kita. namun, sosok ibu jika kita renungkan dengan hati yang benar benar tulus dan ikhlas. saya yakin secara refleks mata kita akan mengeluarkan air mata yang tiap tetesnya pasti berisi penyesalan. dan saya juga yakin hanya beberapa anak yang setiap hari selalu memikirkan jasa ibu malah dapat dikatakan tidak ada satupun. sebaliknya pasti lebih banyak anak yang membangkang, dan tidak mau mendengarkan apa yang ibunya katakan. sekarang coba kita bayangkan sosok ibu....
1. wajahnya yang selalu tersenyum walaupun keringat bercucuran hanya untuk mengurus seorang anak yang kebanyakan tidak menghargainya.
2. tangannya yang selalu mengusap air mata anaknya yang bersedih, memeluk erat dengan kasih dan sayangnya demi kehangatan, mengusap kepala anaknya yang diiringi dengan lantunan doa saat anaknya tertidur.
3. mulutnya yang tak henti berdoa untuk kesuksesan anaknya, mulutnya yang tak henti memarahi anaknya demi kebaikan seorang anak.
4. matanya yang selalu memancarkan kasih dan sayang.
semua hal itu lama kelamaan tidak bisa kita lihat secara langsung lagi. matanya sedikit demi sedikit akan mulai terpejam mulutnya semakin lama akan mulai terdiam, pelukan tangannya lama kelamaan akan mulai melonggar, wajahnya semakin lama mulai berkerut bahkan tak bisa kita lihat lagi.
tangis, tangis dan tangis penyesalan yang akan membasahi pipi seorang anak yang belum bisa membuat ibunya tersenyum bangga akan keberhasilan yang dicapainya.
bayang hanya bayangan ibu yang bisa kita lihat dan tidak dapat kita sentuh saat beliau telah tiada.
kasih sayang ibu tak akan pernah habis walau balasan buruk yang anaknya lakukan.
beruntung bagi seorang anak yang masih memiliki seorang ibu yang selalu sayang dan mendukung. maka dari itu selama ibu kita masih ada, berlakulah yang sepantasnya terhadap ibu buat hari harinya tersenyum, dan jangan biarkan air matanya menetes.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar